Review Film Me Before You: Kisah Romansa yang Penuh Warna


Film Me Before You -  Drama romantis menjadi salah satu suguhan yang paling menarik sehingga banyak diangkat ke layar lebar dalam berbagai kisah yang penuh dengan romansa. Salah satunya adalah film Me Before You yang dibuat berdasarkan kisah dalam novel bestseller dengan judul yang sama karya penulis Jojo Moyes.

Kisah kehidupan seorang gadis dalam memperjuangkan hidup dan keluarga menjadi sajian khas yang banyak dijadikan tema film ala Cinderella yang pada akhirnya menemukan pangeran tampan dengan berbagai kisah menarik di dalamnya.

Cerita diawali dengan rumitnya kehidupan seorang gadis cantik berusia 26 tahun bernama Louisa (Lou) Clark yang berasal dari keluarga sederhana yang penuh dengan keterbatasan ekonomi. Dengan rumahnya yang kecil dan banyaknya anggota keluarga, membuat Lou dan ayahnya bekerja keras demi memenuhi semua kebutuhan keluarga. Hanya saja Lou harus berlapang dada ketika harus kehilangann pekerjaan sebagai pelayan sebuah kedai yang waktunya hampir bersamaan dengan ayahnya yang akan dipecat dari pekerjaannya. 

Sinopsis Film Me Before You

Padahal hanya mereka berdualah yang berperan sebagai tulang punggung keluarga, mungkin kondisi ini bisa mewakili banyak kehidupan dengan nasib yang hampir sama di luar sana. Dimana hidup hanya sebuah cerita monoton dengan jadwal yang bisa ditebak, tidak berubah, dan bahkan terkadang jatuh dalam keterpurukan.

Enggan berpangku tangan, Lou mencari informasi pekerjaan di pusat informasi yang tersedia tentu dengan segala keterbatasan kualifikasi yaang dimilikinya. Saat itulah dia bertemu dengan Camilla Traynor, dperankan oleh Janet McTeer yang menawarinya pekerjaan sebagai seorang perawat bagi putranya yang lumpuh, Will Traynor diperankan oleh Sam Claflin. 

Will adalah seorang bankir yang kaya raya dan menyukai petualangan hingga suatu hari mengalami nasib naas dalam sebuah kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan merampas kebebasannya. Kondisinya saat itu membuat Will sangat frustasi tanpa bisa melakukan apapun, dan hanya duduk di kursi rodanya saja. Dia pun sangsi dengan kehidupannya mendatang hingga terpikir untuk mengakhiri saja hidupnya.

Lou menerima pekerjaan sebagai parawat Will, meski di awal pertemuan keduanya tampak canggung dan kaku dengan situasi yang ada. Namun perlahan mulai terjalin hubungan baik antara keduanya bahkan bisa dikatakan keduanya bersahabat. Will hanya punya waktu 6 bulan sebelum berangkat ke Swiss untuk melakukan Euthanasia, sebuah keputusan yang sudah lama terlintas dalam benak Will untuk mengakhiri hidupnya. Demi mengetahui rencana tersebut, Lou tidak tinggal diam dia berusaha agar Will membatalkan rencananya tersebut dengan memberikan banyak motivasi kepada Will.

Kisah dalam film yang disutradarai oleh Thea Sharrock ini terlihat begitu sederhana namun mampu memanipulasi emosi dengan cara yang halus dan mengena sehingga berhasil menyeimbangkan berbagai elemen di dalamnya tanpa harus dipaksakan dan terkesan berlebihan. 

Kisah persahabatan antara Lou dan Will yang berasal dari latar belakang keluarga yang sangat berbeda nyatanya bisa berubah menjadi benih-benih cinta yang penuh dengan ketulusan dan sikap saling menerima.

Dua karakter utama yang ditampilkan dalam film Barat ini mampu berinteraksi bebas dengan eksplorasi yang begitu natural dan mengalir tanpa beban. Will digambarkan sebagai sosok yang mampu menarik simpati dengan segala penderitaannya terlepas dari keputusasaannya yang ingin mengakhiri hidup dengan Euthanasia. Sementara Lou, ditampilkan sebagai sosok dengan karakter yang ceria, membawa kegembiraan dan optimis sehingga mampu membawa penonton masuk dalam harapan yang penuh dengan keyakinan dan optimistik yang menenangkan. 

Selain kisah romantis kedua karakter utama, film ini juga menyajikan adegan kelucuan dalam berbagai karakter unik terutama di dalam keluarga Lou. Sehingga semakin membuat film drama ini penuh warna dengan penyajian yang seimbang dan pas.

Yang pasti, kedua karakter utama dalam film ini mampu menyajikan alur cerita yang tidak sepihak dalam melukiskan kisah cintanya. Karena masing-masing karakter saling melengkapi dan berkembang menjadi indovidu yang berbeda di akhir cerita.

Baca Juga: The Shallows Kisah Perjuangan Hidup Seorang Peselancar

Film yang diproduksi oleh Metro-Goldwyn-Mayer (MGM), New Line Cinema ini diproduseri oleh Sue Baden-Powell, Alison Owen, dan Karen Rosenfelt. Film bergenre drama romantik ini telah rilis pada 3 Juni 2016 dan mendapatkan respon positif dari para penikmat film.

Trailer Film Me Before You

Loading...