Sinopsis Film Ketika Mas Gagah Pergi, Pesan Kebaikan dalam Film Bernuansa Religi


Review Film Ketika Mas Gagah Pergi - Maraknya produksi film di tanah air membuat para penggemar film semakin leluasa dalam memilih film berkualitas dari berbagai genre yang disukai. Mulai dari genre drama, komedi hingga horor dan genre lainnya yang bernuansa religi mampu mendapatkan tempat tersendiri bagi para pecinta film Indonesia. Terlebih dengan kisah cerita yang beragam dengan berbagai sudut pandang yang berbeda.

Di tahun 2016 sendiri ada banyak film Indonesia yang mampu menarik perhatian penggemar film dengan raihan jumlah penonton yang tidak sedikit. Salah satunya adalah film bernuansa religi Ketika Mas Gagah Pergi yang dirilis pada 21 Januari 2016. Film ini menyajikan kisah yang menarik dengan ending yang menguras air mata. Penasaran, bagaimanakah kisah cerita selengkapnya? Berikut ini sinopsisnya untuk kamu.

Film ini diangkat dari novel legendaris bertajuk ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ karya Helvy Tiana Rosa yang telah dicetak ulang hingga 39 kali dan diyakini sudah dibaca oleh jutaan orang. Film garapan Firman Syah ini diproduksi oleh IndoBroadCast, dan dibintangi oleh sejumlah nama pemain film bertalenta. Mulai dari Hamas Syahid sebagai Gagah, Aquino Umar sebagai Gita, Masaji Wijayanto sebagai Yudi, Izzah Ajrina sebagai Nadia hingga Shireen Sungkar dan sederet bintang film lainnya. Sementara untuk naskah ceritanya ditulis oleh Fredy Aryanto.

Ketika Mas Gagah Pergi adalah sebuah film dengan genre drama religi yang banyak mengandung pesan moral, tentang hubungan dalam sebuah keluarga, tentang bagaimana perjuangan seseorang dalam berhijrah dan bagaimana menyerukan kebaikan dalam kehidupan yang begitu kompleks. Yang menarik, film ini diproduksi dengan menggunakan dana patungan dari pembacanya di seluruh Indonesia. Dimana 50% keuntungannya didonasikan sebagai dana kemanusiaan yang dalam hal ini bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Film ini mengisahkan kehidupan kakak beradik, yaitu Gagah dan Gita si gadis tomboy yang menyukai karya sastra puisi. Gita begitu mengagumi kakaknya yang di dalam pandangannya nyaris sempurna sebagai seorang kakak. Dimana ketika ayah mereka sudah berpulang, sang kakaklah yang membantu ibunya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Hingga akhirnya tugas kuliah mengantarkan Gagah ke Maluku Utrara untuk membantu dosen pembimbing skripsinya dalam menyelesaikan konsep pembangunan menara pemancar di wilayah tersebut. Namun termyata nasib buruk menimpa Gagah ketika dia mengalami kecelakaan yang membuatnya hilang kontak dari keluarganya. Meskipun sempat panik, namun akhirnya Gita dan ibunya berhasil berkomunikasi lagi dengan Gagah.
Review Film Ketika Mas Gagah Pergi
Ketika Mas Gagah Pergi
Kecelakaan yang dialami oleh Gagah ternyata memberikan hikmah tersendiri dalam diri Gagah. Pasalnya ketika mengalami kecelakaan, dia dirawat oleh Kyai Ghufron seorang pemimpin pesantren yang kharismatik. Pertemuan Gagah dengan sang kyai nyatanya mampu mengubah kehidupan Gagah hingga menjadi pribadi yang lebih baik dan senantiasa menjalankan ajaran Islam dengan sepenuh hati.

Sementara di sisi lain diceritakan bagaimana pertemuan Gita dengan seseorang yang begitu misterius dengan karakternya yang senang membantu dan selalu mengajak kepada kebaikan. Meskipun merasa penasaran dengan sosok misterius yang diketahui bernama Yudi, tidak terlintas dalam pikiran Gita untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Hingga akhirnya Gagah pun kembali ke rumah dengan perubahan yang membuat Gita justru merasa heran. Bahkan ketika Gagah banyak menasihatinya.

Nasihat dari Gagah kepada Gita justru ditanggapi dengan rasa kurang senang, hingga Gita menganggap Gagah mulai terlihat sangat fanatik. Dan Gita sangat tidak menyukai perubahan dari kakaknya tersebut. Meski mendapatkan respon yang kurang menyenangkan tapi Gagah tetap bersemangat mengajak orang-orang yang disayanginya agar mengenal keindahan Islam dan berhijrah ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Tika sahabat Gita juga mengejutkan Gita karena tiba-tiba dia mengenakan hijab dan bahkan banyak menasihati Gita. Tika sendiri merasa kagum dengan Nadia, sepupunya yang berada di luar negeri namun tetap berhijab. Gita pun mulai tersadar dan ingin memberikan kejutan kepada kakaknya dengan berhijab tepat di hari ulangtahunnya yang ke-18. Hanya saja angan-angan Gita tidak samanis kenyataan yang harus dihadapinya. Gagah justru pergi untuk selamanya dan tak sempat melihat adik kesayangannya berhijrah.
Baca Juga: Film Untuk Angeline, Kisah Samidah Harus Terpisah dengan Angeline
Film ini bisa menjadi tontonan yang sangat menarik. Meskipun para pembaca novelnya sudah paham betul bagaimana alur cerita akan mengalir, namun tetap saja dalam film ini alur dibuat dengan cara yang begitu cerdas dengan beberapa kejutan yang tak terduga di dalamnya. Ketika Mas Gagah Pergi adalah sebuah film dengan pesan positif yang sangat inspiratif, dimana film ini mengajak keluarga di Indonesia untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi.
Loading...