Sinopsis Lengkap Film Untuk Angeline, Kisah Samidah harus Terpisah dengan Angeline


Sinopsis Lengkap Film Untuk Angeline - Ada banyak film yang diproduksi berdasarkan kisah nyata dengan membawa pesan moral tertentu yang ingin disampaikan kepada khalayak luas. Tidak jarang kisah tragis yang menguras air mata pun diangkat ke layar lebar sebagai bentuk apresiasi sekaligus kenangan untuk tokoh nyata yang terlibat di dalamnya.

Jika kamu ingat terungkapnya peristiwa tragis di pertengahan tahun 2015, tentu kamu tidak akan lupa dengan kisah gadis cilik Engeline yang ditemukan terkubur di halaman belakang rumah orangtua angkatnya. Nah, ada satu film yang kemudian mengangkat kisah Engeline namun dari sudut pandang Samidah, yang tak lain adalah ibu kandung Engeline. Film berjudul Untuk Angeline menarik untuk ditonton dengan kisahnya yang sangat menyentuh dan pastinya menguras air mata.
Sinopsis Film Terbaik Untuk Angeline
Untuk Angeline
Film arahan sutradara Jito Banyu ini didukung oleh Kinaryosih sebagai Samidah, Naomi Ivo sebagai Angeline, Teuku Rifnu Wikana sebagai Santo, Roweina Umboh sebagai Terry, ibu angkat Angeline dan Paramitha Rusady sebagai Bu Dewi serta sederet bintang tanah air lainnya.

Kisah dalam film ini bermula dari keadaan Samidah yang tengah hamil tua, dimana dengan kondisi ekonomi yang sulit akhirnya dia bersama Santo, suaminya merantau dari Banyuwangi ke Bali dengan harapan bisa memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Di Bali, Santo bekerja sebagai kuli sehingga untuk kebutuhan sehari-hari pun masih terasa sulit apalagi Samidah membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk persalinan. Hingga akhirnya mereka pun tidak sanggup membawa pulang bayi perempuan mereka.

Di tengah kegundahan hatinya, Santo bertemu dengan John yang diperankan oleh Hans De Kraker seorang warga asing yang tak lain adalah suami dari Terry. John pun bersedia menebus bayi perempuan Samidah dan Santo dengan melunasi biaya administrasi rumah sakit. Mereka mengadopsi bayi mungil tersebut dan memberinya nama Angeline. Untuk keperluan adopsi tersebut dibuatlah perjanjian bahwasanya orangtua Angeline baru boleh menemui anaknya setelah Angeline berusia 18 tahun.

Diceritakan dalam film Untuk Angeline ini bagaimana kasih sayang John untuk Angeline yang begitu besar, meskipun diketahui John juga memiliki anak dari hasil pernikahannya dengan Terry yang bernama Kevin. Namun nasib baik tidak selamanya berpihak kepada Angeline, karena di usia ke-5 tahun John meninggal karena serangan jantung. Usai kepergian John, keadaan pun berubah tanpa bisa dikendalikan.

Dari semula Angeline yang begitu disayang oleh John, kini justru menjadi bulan-bulanan bagi Kevin dan Terry. Selama bertahun-tahun Angeline merasakan beban hidup yang begitu berat tanpa bisa berbuat banyak. Hingga akhirnya ketika Angeline berusia 9 tahun dikabarkan telah menghilang dan berita tentang hilangnya Angeline pun tersebar luas dan menimbulkan banyak keprihatinan dari masyarakat.

Di sisi lain, film Untukmu Angeline ini juga menceritakan bagaimana kehidupan Samidah setelah terpisah dari Angeline. Demi menebus Angeline agar kembali ke pelukannya, Samidah pun memutuskan untuk bekerja ke luar negeri. Setelah sekiat tahun merantau di negeri orang, Samidah memutuskan untuk pulang ke Bali demi bertemu dengan buah hatinya. Ternyata nasib baik pun belum berpihak kepada Samidah, karena dia harus menerima kenyataan bahwa suaminya, Santo telah mendua dengan wanita lain.

Hati Samidah pun semakin getir begitu mendengar kabar bahwa putri kecilnya hilang. Meskipun dalam lubuk hatinya masih menyimpan harap bahwa Angeline akan segera ditemukan, namun harapan tersebut harus pupus ketika Angeline ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Hati Samidah semakin teriris demi mengetahui kenyataan tersebut. Angeline bahkan belum pernah bertemu dengan Samidah, ibu kandung yang susah payah melahirkannya.
Baca Juga: Film Terbaru Indonesia Rilis 2017
Film Untukmu Angeline yang telah dirilis pada 21 Juli 2016 ini diharapkan mampu memberikan banyak pelajaran kepada masyarakat di Indonesia. Bahkan pihak Komisi Perlindungan Anak (KPAI) sangat mendukung penayangan film ini. Harapannya film ini mampu mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli dengan sesama terutama anak-anak agar kasus kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir demi masa depan anak yang masih panjang. Film ini mengajarkan kita tentang beratnya perjuangan seorang ibu yang harus terpisah dari anaknya, tanpa bisa berbuat banyak karena himpitan ekonomi yang begitu sulit.

Loading...